Stress dan Time Management pada Mahasiswa Bekerja atau Magang.

Madinna Ramadhani, 2015031031.

Kuliah sambil bekerja bukanlah hal asing lagi bagi mahasiswa. Banyak faktor yang membuat mereka memilih untuk bekerja, seperti mendapatkan uang, pengalaman baru, dan lain-lain. Hal ini dapat memunculkan stress dikarenakan mengatur waktu. Santrock (2006) mengartikan stress sebagai respon seorang individu terhadap stressor, yaitu kejadian yang mengancap seorang individu dan membebani kemampuan untuk coping. Stress dapat menekan seseorang sehingga ia tidak berdaya dan menimbulkan dampak negatif, seperti pusing, darah tinggi, tidak bias mengontrol emosi, sulit tidur, dan lain-lain. Stress digambarkan sebagai kekuatan yang menimbulkan tekanan-tekanan dalam diri, dalam hal ini, stress muncu jika tekanan yang dihadapi melebihi batas optimal (Greenberg, 2008).

Dari empat narasumber yang saya wawancarai, keenam tersebut lebih mementingkan kuliah dari pada pekerjaan yang mereka sekarang. Mereka berpikir bahwa dengan mendapatkan gelar, mereka akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

“Awalnya harus bener-bener yakin, apakah decision untuk magang atau kerja dengan kuliah paling tepat, terus aku sih list gitu pros sama consnya. Terus harus udah tau mau ambil berapa bulan magang, jadwal sidang magan kapan. Terus juga harus ada agreement dari pihak magangnya kalo misalnya ada bimbingan (atau kuliah) boleh izin atau tidak. Nah setelah berpikir dengan beberapa pertimbangan baru deh kita decide,” sahut Lintang, mahasiswa semester akhir yang memilih magang sambil kuliah sebagai Graphic Designer. “Cara ngimbangin pas kita lagi jalanin ya misalnya tugas di kantor banyak, kita lembur, bener-bener jangan bawa kerjaan ke rumah karena tugas kita bakalan numpuk. Kalo bisa sih bikin schedule, kapan harus bimbingan atau kuliah, deadlinenya kapan aja. nah yang perlu dikejar diprioritasin. Makannya penting juga dari pihak tempat magangnya, boleh bolos atau tidak kalau kecapean,” jawabnya saat ditanya mengenai cara mengimbangi waktu kuliah dan magang.

Lintang juga memilih untuk melakukan magang pada saat kuliah karena ia ingin lulus bersama teman-temannya. Greenberg (2008) menyatakan bahwa zaman sekarang, orang-orang lebih goal-oriented, dan semakin mereka mencapai sesuatu dalam jangka pendek, semakin baik.

Greenberg (2008) juga menyatakan bahwa salah satu penyebab stress pada mahasiswa adalah course overload, yaitu mengambil mata kuliah terlalu banyak atau mata kuliah yang diambil terlalu rumit. Cessi yang bekerja di bagian financial accounting mengakui bahwa dia merasakan stress yang cukup berat karena jarak yang harus ia tempuh dari kampus ke tempat kerja dan beban untuk mengerjakan skripsi dan laporan magang dalam waktu yang sama. Hal yang ia lakukan untuk mengurangi stress adalah makan dan tidur.

Selain kedua narasumber tersebut, saya sempat mewawancarai mahasiswa UPJ semester empat yang memilih untuk bekerja di waktu luangnya. Nindi dan Angiza bekerja sebagai kasir di sebuah perusahaan fashion di daerah Jakarta Selatan. Mereka bekerja hanya 3 kali dalam satu minggu. Apakah mereka stress? Tentu saja. Hal yang dilakukan Angiza saat ia merasakan stress adalah menghabiskan waktu bersama keluarga atau pacarnya. Sedangkan Nindi lebih memilih untuk belanja. Hal yang dilakukan Nindi merupakan compulsive consumption, yaitu belanja untuk mengurangi tekanan, kecemasana, depresi, dan keboosanan, di mana wanita biasanya berbelanja pakaian atau kosmetik (Solomon, 2013).

Cara menanggulangi stress disebut dengan coping, yaitu process yang dilakukan individu untuk mengelola perbedaan yang mereka rasakan antara tekanan dan sumber daya yang muncul pada saat stress (Sarafino, 2011). Terdapat dua fungsi coping, yaitu mengubah masalah yang memunculkan stress (emotion-focused coping) atau mengatur respon emosi pada masalah tersebut (problem-focused coping).

Sarafino (2011) menjelaskan bahwa emotion-focused coping bertujuan untuk mengkontrol respon emosi terhadap situasi stress. Orang-orang dapat mengatur respon emosi mereka melalui pendekatan perilaku dan kognitif. Contoh dari pendekatan perlaku adalah yang dilakukan oleh Angiza, yaitu menghabiskan waktu bersama keluarga atau pacar. Sedangkan pendekatan kognitif meliputi bagaimana seseorang berpiki mengenai situasi stress. Sedangkan problem-focused coping bertujuan untuk mengurangi tekanan pada situasi yang membuat stress. Kedua coping ini dapat digunakan secara bersamaan.

Percobaan dalam meminimalisasikan stress disebut proactive coping, dan hal ini biasanya menggunakan metode problem-focus (Carver & Connor-Smith, 2010). Berikut metode-metode proactive coping:

  1. Mencari social support , bias dengan cara bergabung dengan sebuah komunitas atau organisasi sesuai ketertarikan mereka, yang bisa jadi tempat untuk sharing.
  2. Memperbaiki kontrol terhadap diri. Ketika stress dalam hidup, individu yang kurang bisa mengkontrol diri akan mudah menyerah untuk meminimalisasikan stress tersebut
  3. Mengorganisasikan dunia individu lebih baik. Individu biasanya stress karena mereka sering telat, atau percaya bahwa mereka tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan suatu tugas. Salah satu pendekatan hal ini adalah time management. Lakein dalam Sarafino (2011) menjelaskan bahwa time management meliputi tiga elemen, yaitu (1) menentukan tujuan, (2) membuat daftar prioritas yang harus dilakukan, (3) membuat jadwal mengenai apa yang harus dilakukan pada hari itu.
  4. Disman dan Holmes dalam Sarafino (2011) menemukan bahwa individu yang olahraga atau yang sehat secara fisik jarang merasakan kecemasan, depresi, dan tekanan dalam hidup mereka dari pada individu yang kurang sehat.
  5. Mempersiapkan untuk situasi stress. Hal ini dapat mengurangi potensi untuk stress.

Selain mengurasi stress, para mahasiswa yang bekerja juga dapat melakukan time management. Keahlian dalam time management sangat penting karena hal ini dapat meningkatkan produktivitas individu , fokus dengan prioritas yang telah dibuat, dan meningkatkan efektivitas dalam organisasi (Forsyth, 2009).

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatur waktu (Forsyth, 2009):

  1. Merencanakan pekerjaan dan mengerjakan rencana tersebut. Hal ini dapat dirangkum dengan (1) membuat daftar tugas yang harus dilakukan, (2) melakukan tugas tersebut sesuai dengan prioritas, (3) lakukan seperti rencana yang telah dibuat. Untuk melakukan ini, setiap individu harus disiplin.
  2. Membuat check-list. Yaitu membuat daftar tugas-tugas yang perlu dilakukan, lalu mencoret daftar tersebut apabila tugas telah selesai.
  3. Berpikir ke depan. Belajarlah untuk berpikir ke depan dan mengambil pengelihatan sistematik untuk beberapa hal, maka individu akan mengetahui kapan suatu tugas harus mulai untuk diselesaikan. Contohnya, lakukan hal ini saat membuat dokumen. Berpikir ke depan berarti membayangkan bahwa jika individu tidak menyelesaikan dokumen tersebut, ia akan memiliki beban kerja yang banyak.
  4. Pagi, siang, atau malam. Sangat penting untuk memutuskan pola bekerja atau kuliah apakah pagi, siang, atau malam, tergantung dengan bodyclock seseorang.

Dapat didapatkan kesimpulan bahwa keahlian time management sangat penting untuk para mahasiswa yang bekerja atau magang. Hal ini penting karena apabila time-management individu berantakan, dapat memunculkan stress.

 

Daftar Pustaka

Aamodt, M.G. (2010). Industrial/Organizational Psychology: An Applied Approach, 6th edition. Belmont, CA: Wadsworth Cengage Learning.

Forsyth, P. (2009). 100 Great Time Management Ideas. Singapore: Marshall Cavendish International.

Greenberg, J. S. (2008). Comprehensive Stress Management. 10th ed. New York: McGraw Hill.

Sarafino, E.P., dan Smith, T. W. (2011). Health Psychology. 7th ed. United States of America: John Willey & Sons, Inc.

Solomon, M. R. (2013). Consumer Behavior: Buying, Having, Being. 10th ed. New Jersey: Pearson Education, Inc.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s