Stres manajemen di tempat kerja

Tugas ini dijalankan untuk memenuhi salah satu tugas UTS dari mata kuliah psikologi

 

 

Disusun oleh:

Muhammad Iqbal

Mgt(2016021032)

 

 

   Contoh kasus

Dalam kasus ini saya akan membahas tentang pengertian stress di tempat kerja & cara penanganan stress di tempat kerja

Bisa kita ketahui banyak kasus dan permasalahan stress manajemen di tempat kerja seperti contoh yang satu ini saya bertemu dengan salah satu pegawai PT JAYA ARKONIN yang bernama TITI INDRAGINI beliau berjabat di perusahaan tersebut sebagai kepala biro keuangan, tugas dari jabatan beliau adalah mengatur semua siklus keuangan perusahaan tersebut seperti mulai arus siklus uang pengeluaran dan pemasukan perusahaan harus tercatat rapih dan realitis, gaji pegawai karyawan,pajak sewa barang perusahaan,dll

Dalam wawancara ini saya berbincang mengenai adakah stress yang dirasakan oleh beliau saat bekerja…..? dan beliau pun menjawab pasti ada dan pernah bahkan stress pikiran tersebut bisa berhari-hari dirasakan nya, sebagai contoh salah satunya adalah permintaan bos yang tidak ada waktu jedanya yang menyebabkan beliau lembur sampai beberapa hari, selain itu terkadang banyak laporan keuangan yang kurang jelas dari pegawai yang bisa menyebabkan tidak sesuai dengan pengeluaran kantor dan harus mencari-cari data yang valid dan itu tidaklah mudah butuh waktu berhari-hari untuk mendapatkan data yang valid akibat teledornya karyawan membuat laporan ke beliau

Efek dari stress manajemen di kantor yang dialami oleh beliau adalah saat pulang kantor dan tiba dirumah beliau terkadang sering capek, suka mendadak emosi, kesehatan menurun, dan yang lebih parah lagi saat beliau terlalu sering lembur tidak adanya libur (minggu tetap masuk) yaitu kura

ng nya bertemu anak & keluarga membuat beliau terkadang merasa tidak enak kepada keluarga nya,namun karena ini adalah pekerjaan saya, saya harus bisa menghandle itu semua, ucap beliau

Berdasarkan contoh kasus stress manajemen di tempat kerja diatas saya akan mencari pengertian bagaimana untuk mengatasi kasus stress di tempat kerja dan teori pengertian nya berdasarkan sumber beberapa buku psikologi

 

 TEORI

Pengertian stres adalah satu abstraksi, orang tidak dapat melihat pembangkit stress(stressor), yang dapat dilihat yaitu akibat dari pembangkit stress “menurut Dr. hans selye, guru besar emeritus (purnawirawan) dari Universitas Montreal dan “penemu” stress, sebagai seorang ahli faal ia terutama tertarik pada bagaimana cara stress mempengaruhi badan ia mengamati serangkaian perubahan biokimia dalam sejumlah organisme yang beradaptasi terhadap berbagai macam tututan lingkungan.Rangkaian perubahan ini dinamakan general adaptation syndrome, yang terdiri dari tiga tahap. Tahap Pertama, ia namakan tahap alam (tanda bahaya),Organisme berorientasi terhadap tuntutan yang diberikan oleh lingkungan nya dan mulai menghayati nya sebagai ancaman, Namun tahap ini tidak dapat tahan lama. Organisme memasuki tahap kedua yaitu bernama resistance (perlawanan), Organisme memobilitasi sumber-sumbernya supaya mampu menghadapi tuntutan. Jika tuntutan berlangsung terlalu lama, maka sumber-sumber penyesuaian ini mulai abis dan organisme mencapai tahap akhir,yaitu tahap exhaustion (kehabisan tenaga)

Menurut Selye jika reaksi badan tidak cukup, berlebihan ,atau salah, maka reaksi badan itu sendiri dapat menyebabkan penyakit, Hal ini dinamakan diseases of adaptation (penyakit dari adaptasi), karena penyakit-penyakit tersebut lebih disebabkan oleh reaksi adaptif yang kacau dari badan kita daripada oleh hasil yang merusak langsung dari penimbul stress, misalnya gastrointestinal ulcers (puru/nanah dari perut), tekanan darah tinggi, penyakit jantung (cardiac incidents),alergi, dan berbagai jenis kekacauan/gangguan mental

    Syndrome adaptasi umum ini dapat beroperasi pada tingkat yang berbeda-beda, dari subsistem sampai keseluruh organisme

Pandangan selye ini mendapat kritik dari sejumlah peneliti lain, stres menurut mereka tidak dapat dipandang hanya sebagai suatu jawaban, stress harus dilihat sebagai fungsi dari individu yang menafsirkan situasi

Stress harus dilihat sebagai fungsi dari individu yang menafsirkan situasi reaksi orang tidak sama terhadap situasi stress yang sama, menghadapi ujian dapat merupakan situasi stress bagi seseorang, namun bagi orang lain tidak

Ujian merupakan stress bagi orang, jika ada keraguan akan penguasaan bahan dan kemampuan menjawab pertanyaan ujiannya,sedangkan berhasil tidaknya menempuh ujian mempunyai makna yang besar baginya,sebaliknya jika berhasil tidaknya menempuh ujian tidak mempunyai dampak yang berarti bagi seseorang

Penelitian sekarang tentang stress didasarkan pada asumsi bahwa stress, yang disimpulkan dari segala-segala dan tanda-tanda faal, perilaku, psikologikal dan somatic, adalah hasil dari tidak/kurang adanya kecocokan antara orang(dalam arti kepribadiannya,bakatnya, dan kecakapannya), yang mengakibatkan ketidakmampuannya untuk menghadapi berbagai tuntutan terhadap dirinya secara efektif (Fincham & Rhodes, 1988)

Pada umumnya kita mengetahui dan merasakan bahwa stress merupakan suatu kondisi yang negative, suatu kondisi yang mengarah ke timbulnya penyakit fisik maupun mental, atau mengarah ke perilaku yang tak wajar Selye membedakan antara distress yang deskruktif dan eustress yang merupakan kekuatan yang positif (eustress mengandung suku awal yang dalam Bahasa yunani berarti ‘baik’ seperti yang terdapat dalam kata euphoria)

Setiap aspek di pekerjaan dapat menjadi pembangkit stress tenaga kerja yang menentukan sejauh mana situasi yang dihadapi merupakan situasi stress atau tidak, tetapi dari beberapa pembangkit stress. Sebagian besar dari wakti manusia bekerja, karena itu lingkungan pekerjaan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesehatan seseorang yang bekerja

Faktor-faktor di pekerjaan yang berdasarkan penelitian dapat menimbulkan stress dapat dikelompokan ke dalam lima kategori besar, yaitu Faktor-faktor intristik dalam pekerjaan  peran dalam organisasi, pengembangan karier, hubungan dalam pekerjaan, serta struktur dan iklim organisasi (Hurrell, dkk. 1998)

Kerja shift/kerja malam berdasarkan penilitian menunjukan bahwa kerja shift merupakan sumber utama dari stress bagi para pekerja khususnya di pabrik (monk & tepas, 1985) para pekerja shift lebih sering mengeluk tentang kelelahan dan gangguan perut daripada pekerja pagi/siang dan dampak dari kerja shift terhadap kebiasaan makan yang mungkin menyebabkan gangguan-gangguan perut. Pengaruhnya adalah emosional dan biological, karena gangguan ritme circadian dari tidur/daur keadaan bangun (wake cycle), pola suhu, dan ritme pengeluaran adrenalin

Menurut Monk dan Folkard (1983) ada tiga factor yang harus baik keadaannya agar dapat berhasil menghadapi kerja shift:tidur ,kehidupan social dan keluarga dan ritme circandian, faktor-faktor tersebut saling berkaitan, sehingga salah satu dapat membatalkan efek positif dari keberhasilan yang telah dicapai dengan kedua faktor lain.

Beban kerja: beban kerja berlebih dan beban kerja terlalu sedikit merupakan pembangkit stress beban kerja dapat dibedakan lebih lanjut ke dalam beban kerja berlebih/terlalu sedikit yang timbul sebagai akibat dari tugas-tugas yang terlalu banyak /sedikit diberikan kepada tenaga kerja untuk diseleseikan dalam waktu tertentu, dan beban kerja berlebih/terlalu sedikit yaitu ketika orang merasa tidak mampu untuk melalukan suatu tugas

Menurut Everly dan Girdano(1980) menambahkan kategori lain dari beban kerja, yaitu kombinasi dari beban berlebih kuantitatif dan kualitatif. Kategori ini biasanya ditemukan pada kedudukan manajemen di semua taraf dan industry penjualan dan di usaha-usaha wirausaha (entrepreneurial endeavor)

Contoh dari beberapa beban kerja yaitu

1.Beban berlebih kuantitatif adalah beban berlebih secara fisikal ataupun mental, yaitu harus melakukan terlalu banyak hal merupakan kemungkinan sumber stress pekerjaan

2.Beban terlali sedikit kuantitatif adalah beban kerja terlalu sedikit juga dapat mempengaruhi kesejahteraan seseorang

3.Beban berlebihan kualitatif maksutnya yaitu dengan kemajuan teknologi makin dirasakan kehidupan menjadi lebih majemuk.

4.Beban terlalu seikit kualitatif yaitu beban yang dapat merusak pengaruhnya seperti beban berlebihan kualitatif, dalam hal tenaga kerja tidak diberi peluang untuk menggunakan keterampilan yang diperolehnya

5.Beban berlebihan kuantitatif dan kualitatif yaitu proses pengambilan keputuwsan merupakan satu kombinasi yang unik dari factor-faktor yang dapat mengarah ke berkambangnya kondisi-konsisi beban berlebihan kuantitatif dan kualitatif pada waktu yang sama, Proses pengambilan keputusan mencakup membuat pilihan antara beberapa kemungkinan/alternative setiap kemungkinan perlu dinilai kebaikan keputusan (everly & Giordanob  1980)          

Teknik-teknik mengatasi stres                                                   

Agar tetap berada dalam kesehatan yang baik dan bekerja pada tingkat puncak, kita harus mampu mengenali titik optimal kita dan mampu menggunakan teknik-teknik mengatasi stress

1.Teknik menenangkan pikiran

Tujuan teknik-teknik penenangan pikiran ialah untuk mengurangi kegiatan pikiran, yaitu proses berpikir dalam bentuk merencana, mengingat, berkhayal, menalar yang secara bersinabung kita lakukan dalam keadaan bangun, dalam keadaan sadar. Jika berhasil mengurangi kegiatan pikiran, rasa cemas dan khawatir akan berkurang, kegiatan umum untuk beraksi akan berkurang, sehingga pikiran menjadi tenang, stress berkurang

2.Mediasi

    Mediasi dapat dianggap sebagai teknik, dapat pula dianggap sebagai suatu keadaan pikiran (mind), keadaan mental. Berbagai teknik,seperti yoga, berzikir, relaksasi progresif, dapat menuju tercapainya keadaan mental tersebut Konsentrasi merupakan aspek utama dari teknik-teknik mediasi

3.Pelatihan Relaksasi Autogenik

    Relaksasi autogenic setelah relaksasi yang ‘ditimbulkan sendiri’ (auto-genesis= ditimbulkan sendiri teknik ini berguna pada gambaran-gambaran berperasaan tertentu yang kemudian terkait kuat dalam ingatan,sehingga timbulnya kenangan tentang peristiwa akan menimbulkan pula penghayatan dari gambaran perasaan yang sama

4.Pelatihan relaksasi neuromuscular

    Pelatihan relaksasi neuromuscular adalah satu program yang terdiri dari latihan-latihan sistematis yang melatih otot dan komponen-komponen system saraf yang mengendalikan aktifitas otot

5.Teknik Penerangan Melalui Aktifitas Fisik

Tujuan utama penggunaan teknik penenangan melalui aktifitas fisik ialah untuk menghamburkan atau untuk menggunakan sampai habis hasil-hasil stress yang diproduksi oleh ketakutan dan ancaman, atau yang mengubah system hormone dan saraf kita ke dalam sikap mempertahankan. Manfaat yang kedua dari aktifitas fisik aktivitas fisik ialah bahwa ia menurunkan reaktifitas kita terhadap stress di masa mendatang dengan cara mengkondisikan relaksasi. Aktifitas yang sesuai dalam hal ini ialah latian keseluruhan badan, seperti berenang, lari, menari, bersepeda, atau olah raga lain selama kurang lebih satu jam (rita Watson 1989), menekan

Kesimpulan

Berdasarkan dari contoh kasus problem stress manajemen di tempat kerja yang saya temukan bahwa saya dapat menyimpulkan beberapa tekanan kerja yang berat menyebabkan stress bagi seseorang, lembur sampai berhari-hari juga factor timbul nya stress yang membuat fisik kesehatan menurun, namun ada beberapa cara untuk menangani itu semua dengan menjalankan teknik-teknik mengatasi stress dengan cara Teknik menenangkan pikiran, teknik medasi, pelatihan relaksasi autogenic, pelatihan relaksasi neoumuscular & teknik penerangan melalui aktifitas fisik seperti contoh: seperti berenang, lari, menari, bersepeda, atau olah raga lain selama kurang lebih satu jam dan hal tersebut terbukti dapat menurunkan tingkat stress di tempat kerja

 

  Sumber Pustaka

– Sunyoto,ashar munandar (2007) Buku psikologi industri dan organisasi

 

-Penulis cepi triatna, m.pd. (2015) editor nita nur muliawati proofreader nur asri desainer sampul gunung slamet

 

-Michael G. Aamodt Radford Univervisity and DCI consulling (2010,2007) industri/organizing psychology: An applied approach

 

-Diane krum College Of Lake Country (2005) Psychology at work an inroducation to industrial/Organizational Psyckology

 

-Carole wade dan Carol Tavris (2007), Dominican university of California, Psikologi Edisi kesembilan jilid

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s