PERUBAHAN DI ORGANISASI

Organisasi sendiri memiliki arti yang berasal dari kata organ (sebuah kata dalam Bahasa Yunani) yang berarti alat. Oleh karena itu, kita dapat mendefinisikan organisasi sebagai sebuah wadah yang memiliki multi peran dan didirikan untuk tujuan tertentu.

Stephen P. Robbins mendefinisikan organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Reksohadiprodjo dan Handoko (1992: 317) berpendapat bahwa tujuan organisasi adalah agar organisasi dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternalnya dan agar terjadi perubahan pola-pola perilaku pengurusnya. Oleh karena itulah, organisasi meliputi banyak hal didalamnya baik pemimpin maupun karyawan.

Dalam suatu organisasi sangat memungkinkan adanya suatu perubahan. Pola perubahan dalam suatu organisasi biasa dimulai dengan perubahan atas sistem dan struktur organisasi, aplikasi keterampilan tenaga kerja, serta peningkatan dan pengembangan pengetahuan karyawannya. Setiap perubahan yang terjadi dalam organisasi merupakan dinamika yang di maksud menjaga keseimbangan organisasi. Setiap organisasi dapat menciptakan dinamika melalui suatu rencana perubahan.

Pengertian Perubahan Organisasi

Menurut Gibson (1985: 18) perubahan organisasi adalah usaha yang direncanakan oleh manajemen untuk menghasilkan prestasi keseluruhan individu, kelompok dan organisasi, dengan mengubah struktur, perilaku dan proses. Jika perubahan itu diterapkan secara benar, maka individu, kelompok tentunya bergerak menuju prestasi yang lebih efektif dari sebelumnya.

Perubahan organisasi dimaksudkan untuk menciptakan sistem organisasi yang mampu tetap bertahan dan berkembang, baik secra internal maupun eksternal. Perubahan organisasi sangat terkait dengan kondisi lingkungan internal dan eksternal organisasi. Perubahan yang terjadi di dalam organisasi (internal) dapat dicontohkan seperti; perubahan struktur organisasi, penggantian pimpinan, peningkatan kuantitas dan kualitas pekerjaan, dan penambahan staf. Sedangkan perubahan organisasi dari luar (eksternal) merupakan implementasi atas tuntutan social-economic-politic role organisasi terhadap lingkungannya.

Salah satu tugas dan peran kepemimpinan adalah menciptakan perubahan yang membawa dampak ‘advantages’ dalam organisasi. Menurut Maxwell (1995), bahwa segala hal yang dapat berdampak ‘advatages’ karena konsep perubahan dalam organisasi disebabkan oleh pemimpin. Banyak reaserch tentang organisasi mengindikasikan bahwa banyak organisasi yang merencanakan perubahan secara matang selalu berakhir dengan kemajuan. Namun sangat sulit menemukan pemimpin yang menginginkan dan merencanakan perubahan organisasinya. Padahal, idealnya setiap organisasi harus dipimpin oleh seorang ‘leader’ yang mempunyai keinginan untuk maju dan berubah.

3 Tipe Strategi Perubahan Organisasi

Hasil identifikasi Chin dan Benne (Warner, 1989: 119) mengungkapkan bahwa ada 3 tipe strategi perubahan organisasi yang efektif yaitu:

  1. Empirical-rational strategy

Strategi dimana pengurus organisasi mendapatkan informasi yang cukup tentang individu, kelompok, atau masyarakat (anggota organisasi) yang dihubunginya  sehingga suatu perubahan  yang proporsional dapat dilakukan secara rasional.

      2. Normative-reductive strategy

Strategi ini memandang bahwa perubahan yang terjadi mengubah norma dasar mereka. Perubahan dipengaruhi melalui melalui metode intervensi untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan, nilai-nilai, dan sikap/perilaku para individu dan masyarakat.

      3. The power-coercive strategy

Strategi ini memusatkan perhatian pada kemampuan individu atau kelompok untuk dipengaruhi. Strategi ini memungkinkan juga melakukan usaha kombinasi dengan menggunakan strategi empirical-rational dan strategi normative-reductive secara bergantian.

Tantangan Perubahan Organisasi

Berikut merupakan tantangan/ alasan mengapa pemimpin tidak menginginkan adanya suatu perubahan dalam organiasinya:

  1. Perubahan tidak mulai dari diri sendiri.
  2. Perubahan mengakibatkan rutinitas terganggu.
  3. Perubahan menciptakan rasa takut terhadap sesuatu yang tidak diketahui.
  4. Perubahan selalu bertujuan tidak jelas.
  5. Perubahan menciptakan rasa takut terhadap kegagalan.
  6. Perubahan yang dihasilkan selalu tidak seimbang dengan upaya yang dituntut oleh perubahan.
  7. Perubahan ditentang karena orang terlalu puas dengan cara yang ada.
  8. Perubahan sering ditolak karena orang sering berpikir antagoni.

Jika suatu organisasi terjadi perubahan organisasi didalamnya, maka organisasi tersebut akan melalui fungsi fungsi dasar manajemen baru, diantaranya:

  1. Perencanaan (planning)

Menurut Manulang (1981), perencanaan adalah penetapan beberapa tindakan untik mencapai suatu tujuan yang efektif dan efisien.

  1. Pengorganisasian (organizing)

Pengorganisasian adalah suatu proses mendistribusikan pekerjaan dan tugas-tugas serta mengkoordinasikannya untuk mencapai tujuan organisasi.

  1. Pengarahan (leading)

Pengarahan adalah suatu proses implementasi program agar dijalankan oleh semua pihak atau bisa disebut proses tindakan.

  1. Pengawasan (controlling)

Pengawasan dimaksud untuk melaksanakan penilaian atau koreksi terhadap proses pekerjaan yang sedang berlangsung.

Pengembangan Organisasi

Perubahan organisasi itu bisa terjadi karena sebuah organisasi menginginkan adanya pengembangan organisasi. Pengembangan organisasi diperlukan karena setiap organisme harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Apabila dia tidak memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan maka dengan sendirinya ia akan terseleksi oleh proses alamiah.

Pengertian pengembangan organisasi

Adapun pengertian pengembangan organisasi (organizational development) yaitu merupakan upaya untuk mengubah perilaku orang dan sistem organisasi supaya dapat melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang ditujukan untuk pencapaian tujuan organisasi yang lebih baik.

Definisi pengembangan organisasi menurut O. Jeff Harris dan Sandra J. Hartman (2002:362) adalah sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh para anggota organisasi dengan bantuan konsultan, untuk mencapai seluruh potensi organisasi juga untuk memperbaiki berbagai permasalahan atau kekurangan yang dimiliki saat ini.

Strategi pengembangan organisasi

Pengembangan organisasi akan cenderung gagal jika tidak dilakukan dengan menggunakan strategi yang tepat. Edward E. Lawler (2006:546) mengungkapkan bahwa strategi pengembangan organisasi yang bagus adalah strategi yang dapat menyesuaikan empat poin, yaitu:

  1. Misi organisasi
  2. Kompetensi pegawai
  3. Kapasitas pegawai
  4. Lingkungan organisasi

Contoh kasus

Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia diantaranya adalah

  1. Perubahan logo yang merupakan perubahan operasional yang tidak mempunyai dampak yang terlalu besar bagi unit-unit kerja yang lain. Perubahan logo pada PT KAI diinstruksikan oleh Ignasius Jonan selaku Direktur Utama PT KAI yang baru untuk mengawali langkah PT KAI ke dalam tingkat yang lebih tinggi lagi. Beliau merasa sudah saatnya PT KAI bergerak mandiri. Oleh karena itu, semangat “Bangun dan Lari!” segera disuarakan oleh beliau untuk menyadarkan semua insan PT KAI bahwa sudah sepantasnya PT KAI sebagai perusahaan jasa kereta api terbesar bergerak cepat dan mandiri tanpa bantuan pemerintah.

Perubahan logo yang terjadi pada PT. KAI yaitu :

  1. Logo DKA, PNKA, dan PJKA (Tahun 1953 – Tahun1988)
  2. Logo segilima warna biru PJKA (Tahun 1988- Tahun 1990)
  3. Logo Perumka dan PT Kereta Api (26 April 1991 – 28 September 2011)
  4. Logo PT Kereta Api Indonesia (28 September 2011-sekarang)
  5. Perubahan teknologi yang digunakan yaitu menggunakan sistem baru ‘Self Check In’ atau cetak tiket secara mandiri yang tergolong perubahan strategis karena menggunakan cara kerja yang baru dengan menggunakan sumber daya teknologi.

2. Perubahan sistem yang dilakukan oleh PT KAI ini merupakan perubahan strategis, dimana terdapat perubahan cara kerja untuk meningkatkan efisiensi, peningkatan penghasilan (revenue) dan pemakaian sumber daya teknologi untuk menerapkan sistem baru tersebut.

  1. Perubahan Layanan pada tahun 2009, PT KAI melakukan restrukturisasi terhadap 4 layanan yaitu pelayanan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu. Perubahan yang dilakukan olek PT KAI ini merupakan perubahan strategis yang cenderung radikal karena melakukan perubahan arah/focus bisnis.

Penerapan berbagai perubahan ini memiliki hambatan yang berasal dari eksternal yaitu adanya tekanan sosial berasal dari lingkungan masyarakat yang membuat PT KAI harus beradaptasi dengan tuntutan tersebut dan melakukan perubahan-perubahan tersebut agar PT KAI menjadi semakin baik.

Dampak Perubahan

Dampak yang terjadi setelah adanya perubahan pada sistem penjualan tiket PT KAI yaitu menggunakan sistem ‘Self Check In’ adalah penumpang kereta api yang sudah memesan tiket di cannel eksternal atau agen resmi dan sudah mendapatkan kode booking tidak perlu lagi antri di loket stasiun, karena bisa mencetak sendiri di sistem self check tersebut. Hal ini membuat penumpang KA tidak perlu membuang banyak waktunya untuk antri di loket stasiun. Bagi PT KAI, adanya sistem ini mempermudah pekerjaan petugas karena semua telah dilakukan secara komputerisasi.

Kesimpulan

Sebuah perusahaan akan jauh lebih baik jika melakukan perubahan organisasi, karena perubahan organisasi akan menjadikan perkembangan organisasi di dalamnya. Organisasi akan berkembang dengan baik jika ada perubahan yang berhasil

DAFTAR PUSTAKA

Fahmi, Irham. 2013. Perilaku Organisasi. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya

Torang, Syamsir. 2014. Organisasi & Manajemen. Bandung. ALFABETA

Triatna, Cepi. 2015. Perilaku Organias. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya

Aamodt, Michael G. 2010. Industrial/Organizational Psychology Sixth Edition US

                WADSWORTH CENGAGE Learning.

http://faisalmaulana09.blogspot.co.id/2014/12/Manajemen-perubahan-pada-PT-KAI.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s