PERUBAHAN ORGANISASI

Perubahan organisasi, seperti yang diungkapkan Greenhalg dan Rosenblatt (1984) merupakan berbagai kejadian yang secara potensial dapat mempengaruhi sikap dan persepsi karyawan sehingga dapat menyebabkan perubahan yang signifikan dalam organisasi.

Seiring berkembangnya zaman dari masa kemasa mengalami perubahan yang cukup besar. Tidak dapat dihindari jika berbagai perubahan besar sering terjadi. Dari perubahan tersebutlah menyebabkan berbagai dampak baik itu positif maupun negatif.

Di organisasi sudah pasti memiliki tujuan yang membuat organisasi itu terarah, dan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut sebuah organisasi memerlukan adanya perubahan dan perkembangan di dalam organisasi. Hal ini sangat diperlukan agar organisasi tersebut tidaak melenceng dari tujuan awal atau dari dampak buruk lainnya yang dapat membawa dampak negatif bagi organisasi itu.

Karena menyangkut perubahan sikap, persepsi, perilaku dan harapan semua anggota organisasi. Pengembangan organisasi di definisikan sebagai upaya pimpinan yang terencana dalam meningkatkan efektivitas organisasi, dengan menggunakan cara interfensi ( oleh pihak ketiga ) yang didasarkan pada pendekatan perilaku manusia.

Pengertian perubahan organisasi

Perubahan organisasi dapat diartikan untuk menciptakan sistem organisasi yang mampu tetap bertahan dan berkembang, baik secara internal maupun eksternal. Perubahan organisasi sangat terkait dengan kondisi lingkungan internal dan eksternal dalam organisasi. Perubahan yang dapat terjadi di dalam organisasi (internal) dapat dicontohkan seperti; perubahan struktur organisasi, penggantian pimpinan, peningkatan kuantitas dan kualitas pekerjaan, dan penambahan staf. Sedangkan perubahan organisasi dari luar (eksternal) merupakan implementasi atas tuntutan social-economic-politic role organisasi terhadap lingkungannya.

Salah satu tugas dan peran dalam kepemimpinan adalah menciptakan perubahan yang membawa dampak ‘advantages’ dalam suatu organisasi. Menurut Maxwell (1995), bahwa segala hal yang dapat berdampak ‘advatages’ karena konsep perubahan dalam organisasi disebabkan oleh pemimpin. Banyak reaserch tentang organisasi mengindikasikan bahwa banyak organisasi yang merencanakan perubahan secara matang selalu berakhir dengan kemajuan. Namun sangat sulit menemukan pemimpin yang menginginkan dan merencanakan perubahan organisasinya. Padahal, idealnya setiap organisasi harus dipimpin oleh seorang ‘leader’ yang mempunyai keinginan untuk maju dan berubah.

Menurut Gibson (1985: 18) perubahan organisasi adalah usaha yang direncanakan oleh manajemen untuk menghasilkan prestasi keseluruhan individu, kelompok dan organisasi, dengan mengubah struktur, perilaku dan proses. Jika perubahan itu diterapkan secara benar, maka individu, kelompok tentunya bergerak menuju prestasi yang lebih efektif dari sebelumnya.

 

Pengertian Manajemen Organisasi

Manajemen sangat penting bagi setiap aktivitas individu atau sekelompok dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Oleh sebab itu, tidak akan ada organisasi yang akan sukses apabila tidak menggunakan manajemen yang baik. Sejalan dengan pendapat Terry (1958) yang menjelaskan bahwa; ‘management is the accomplishing of a predetermined objectives through the efforts of other people’.

Eksistensi manajemen dalam organisasi menjadi sangat penting, karena tanpa manajemen tidak akan ada tujuan organisasi yang akan dicapai. Seperti yang diungkapkan oleh Hasibuan (2000),  bahwa manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Jika dalam suatu organisasi terjadi perubahan organisasi didalamnya, maka suatu organisasi tersebut akan mengalami fungsi – fungsi dasar manajemen baru, diantaranya:

  1. Perencanaan (planning)

Menurut Manulang (1981), perencanaan adalah penetapan beberapa tindakan untik mencapai suatu tujuan yang efektif dan efisien.

  1. Pengorganisasian (organizing)

Pengorganisasian adalah suatu proses mendistribusikan pekerjaan dan tugas-tugas serta mengkoordinasikannya untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

  1. Pengarahan (leading)

Pengarahan adalah suatu proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh semua pihak atau bisa disebut proses tindakan.

  1. Pengawasan (controlling)

Pengawasan dimaksud untuk melakukan penilaian atau koreksi terhadap proses pekerjaan yang sedang berlangsung.

Proses Perubahan Organisasi

Berbagai penelitian telah menunjukan telah adanya perbedaan kesuksesan yang terjadi antara perubahan organisasi yang direncanakan dengan perubahan organisasi yang tidak direncanakan. Greiner (Liliweri, 1997), misalnya telah meneliti 80 organisasi yang sukses telah mengalami proses perubahan yang direncanakan dengan seksama. Greiner menyimpulkan bahwa organisasi-organisasi yang dapat melakukan perubahan dengan baik adalah organisasi yang mengikuti proses sebagai berikut:

  1. Para pimpinan harus mengikuti saran agen pembaharu (kemauan dan rendah hati mendengakan gagasan-gagasan baru).
  2. Mengangkat seorang konsultan organisasi.
  3. Para pimpinan melibatkan bawahan dalam penerapan bentuk pengujian yang disarankan oleh konsultan organisasi.
  4. Memanfaatkan keahlian konsultan mencari dan mendapatkan fakta, mendiskusikan masalah kemudian membuat indentifikasi, dan terakhir segera mencari jalan keluar.
  5. Pimpinan membuktikan kepada seluruh pimpinan unit kerja dan para bawahan di organisasi itu bahwa gagasan dan metode baru yang ditawarkan konsutan telah menghasilkan suatu yang baru yang dinikmati oleh semua orang pada semua tingkatan organisasi.
  6. Pimpinan berani mengambil keputusan untuk menerapkan dengan cepat setiap usulan yang bermutu, dan cocok untuk memecahkan masalah-masalah yang berskala kecil maupun besar.

 

Tantangan Perubahan Organisasi

Berikut ini merupakan tantangan/ alasan mengapa pemimpin tidak menginginkan adanya suatu perubahan dalam organiasinya:

  1. Perubahan tidak mulai dari diri sendiri.
  2. Perubahan mengakibatkan rutinitas terganggu.
  3. Perubahan menciptakan rasa takut terhadap sesuatu yang tidak diketahui.
  4. Perubahan selalu bertujuan tidak jelas.
  5. Perubahan menciptakan rasa takut terhadap kegagalan.
  6. Perubahan yang dihasilkan selalu tidak seimbang dengan upaya yang dituntut oleh perubahan.
  7. Perubahan ditentang karena orang terlalu puas dengan cara yang ada.
  8. Perubahan sering ditolak karena orang sering berpikir antagoni.

 

 

 

 

 

 

3 Tipe Strategi Dalam Perubahan Organisasi

Hasil identifikasi Chin dan Benne (Warner, 1989: 119) mengungkapkan bahwa ada 3 tipe strategi dalam perubahan organisasi yang efektif yaitu:

  1. Empirical-rational strategy

Strategi dimana pengurus organisasi mendapatkan informasi yang cukup tentang individu, kelompok, atau masyarakat (anggota organisasi) yang dihubunginya  sehingga suatu perubahan  yang proporsional dapat dilakukan secara rasional.

  1. Normative-reductive strategy

Strategi ini memandang bahwa perubahan yang terjadi mengubah norma dasar mereka. Perubahan dipengaruhi melalui melalui metode intervensi untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan, nilai-nilai, dan sikap/perilaku para individu dan masyarakat

  1. The power-coercive strategy

Strategi ini memusatkan perhatian pada kemampuan individu atau kelompok untuk dipengaruhi. Strategi ini memungkinkan juga melakukan usaha kombinasi dengan menggunakan strategi empirical-rational dan strategi normative-reductive secara bergantian.

Pengembangan Organisasi

Perubahan organisasi itu bisa terjadi karena sebuah organisasi menginginkan adanya pengembangan organisasi. Pengembangan organisasi diperlukan karena setiap organisme harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Apabila dia tidak memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan maka dengan sendirinya ia akan terseleksi oleh proses alamiah.

Pengertian pengembangan organisasi

Adapun pengertian pengembangan organisasi (organizational development) yaitu merupakan upaya untuk mengubah perilaku orang dan sistem organisasi supaya dapat melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang ditujukan untuk pencapaian tujuan organisasi yang lebih baik.

Definisi pengembangan organisasi menurut O. Jeff Harris dan Sandra J. Hartman (2002:362) adalah sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh para anggota organisasi dengan bantuan konsultan, untuk mencapai seluruh potensi organisasi juga untuk memperbaiki berbagai permasalahan atau kekurangan yang dimiliki saat ini.

 

 

Strategi pengembangan organisasi

Pengembangan organisasi akan cenderung gagal jika tidak dilakukan dengan menggunakan strategi yang tepat. Edward E. Lawler (2006:546) mengungkapkan bahwa strategi pengembangan organisasi yang bagus adalah strategi yang dapat menyesuaikan empat poin, yaitu:

  1. Misi organisasi
  2. Kompetensi pegawai
  3. Kapasitas pegawai
  4. Lingkungan organisasi

 

Contoh Kasus

Perubahan yang terjadi pada PT Telkom

 

Perubahan struktural

Pada tanggal  11 mei 2012 di lakukan RUPS (Rapat umum pemegang saham) yang salah satu agendanya adalah melakukan perombakan susunan direksi PT.Telkom tbk perubahan atau pun perombakan yang di lakukan ini tentunya di berlatar belakangi oleh menurunnya kinerja dari karyawan Telkom. Dengan direksi yang baru tentunya akan membawa semangat baru yang mana direktur utamanya dipimpin oleh Arief Yahya

Berikut adalah sususanan direksi yang baru:

Direktur Utama: Arief Yahya (CEO),

Direktur Keuangan: Honesti Basyir

Direktur Enterprise and Whole Sale: M Awaludin

Direktur Human Capital and General Affair: Priyantono Rudito

Direktur Information and Technology: Indra Utoyo

Direktur Compliance and Risk Management: Ririek Adriansyah

Direktur Network and Solution: Rizkan Chandra

Direktur Konsumer: Sukardi Silalahi

 

Sedangkan jajaran direksi Telkom yang lama:

Direktur Utama: Rinaldi Firmansyah

Direktur Keuangan: Sudiro Asno

Direktur Enterprise and Whole Sale: Arief Yahya

Direktur Human Capital and General Affair: Faisal Syam

Direktur Information and Technology: Indra utoyo

Direktur Compliance and Risk Management: Prasetio

Direktur Network and Solution: Ermady Dahlan

 

 

 

 

penyesuaian tugas dan fungsi pada beberapa unit strategis

Pada “tahun 2011”, Telkom telah melakukan penyesuaian tugas dan fungsi pada beberapa unit strategis yaitu:

  1. Mengubah nama Direktorat IT, Solution & Supplymenjadi Direktorat IT,Solution & Strategic Portfolio
  2. Penambahan fungsi supply management pada Direktorat Compliance & Risk Management
  3. Perubahan struktur organisasi Internal Audit yang diselaraskan dengan kebutuhan proses audit secara komprehensif (end to end).
  4. Penggabungan Departemen Corporate Communication dan Departemen Corporate Affair untuk memastikan proses kerja yang lebih efektif dan efisien.

 

Pada tahun 2012 Telkom telah melakukan beberapa perubahan menyangkut pembagian tugas dan wewenang Direksi, sebagai berikut:

  1. Mengalihkan tugas dan wewenang penanganan bisnis di segmen wholesaledan internasional, dari semula di bawah Direktur Enterprise & Wholesale (“EWS”) menjadi di bawah Direktur Compliance & Risk Management (“CRM”). Dengan demikian Direktur EWS dapat lebih fokus pada pengembangan segmen bisnis enterprise.
  2. Menambah tugas dan wewenang Direktur CRM untuk menangani segmen bisnis wholesaledan internasional, selain tugas dan wewenangnya sebagai Direktur CRM.
  3. Menambah tugas dan wewenang Direktur NWS untuk menangani pengelolaan dan pendayagunaan IT serta service operation & management, untuk mendukung upaya pengembangan bisnis yang sudah berjalan (established)

 

Kesimpulan:

Dari contoh kasus di atas  dapat disimpulkan bahwa dalam organisasi dapat melakukan perubahan asalkan perubahan itu masih dalam teori-teori dan syarat-syarat perubahan organisasi dan atasan dengan bawahan harus saling tetap menerima atas perubahan organisasi itu sendiri.

Daftar Pustaka

Fahmi, Irham. 2013. Perilaku Organisasi

Torang, Syamsir. 2014. Organisasi & Manajemen.

Triatna, Cepi. 2015. Perilaku Organiasi

Aamodt, G Michael. Penerbit Wadsworth Cengage Learning, 2010. Industry/Organizational Psychology

Sunyoto, ashar munandar (2007) Buku psikologi industri dan organisasi

http://faisalmaulana09.blogspot.co.id/2014/11/perubahanpadapttelkom.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s