Lingkungan Kerja Mempengaruhi Hasil Kerja

LATAR BELAKANG

Lingkungan kerja merupakan kehidupan sosial yang kita jalankan, mencakup psikis seseorang, mental, dan fisik didalam sebuah perusahaan. Hal ini mempengaruhi kinerja seseorang dalam melaksanakan tugasnya. Kehidupan manusia selalu bergantung dengan keadaan atau lingkungan disekitarnya, keduanya memiliki hubungan yang erat dan mempengaruhi. Manusia akan selalu beradaptaasi dengan lingkungan disekitarnya, tidak akan mungkin jika manusia tidak beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Dalam hal pekerjaan juga, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan sekitarnya, yaitu lingkungan kerja. Dalam hal ini karyawan akan dihadapi dengan hal dan berbagai kondisi di lingkungan pekerjaannya.

Lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan (Nitisemito, 1992:25). Selanjutnya menurut Sedarmayati (2001:1) lingkungan kerja merupakan keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok.

Produktivitas karyawan di Indonesia nyatanya lebih rendah dibandingkan dengan dengan negara-negara lain, dan upaya-upaya peningkatan kualitas karyawan di indonesia sudah dilakukan, tetapi banyak hambatan ataupun kesulitan. Memperhatikan kondisi lingkungan kerja karyawan berarti berusaha menciptakan kondisi lingkungan kerja yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan para karyawan sebagai pelaksana kerja pada tempat kerja tersebut. Kerja produktif tidak saja memerlukan ketrampilan kerja, penemuan-penemuan baru untuk memperbaiki cara kerja, namun juga lingkungan kerja yang nyaman yang mampu menunjang kelancaran penyelesaian pekerjaan.

KEPUASAN KERJA

            Psikologi industri dan organisasi sangat tertarik mengenai sikap kerja, yaitu apa yang dirasakan orang terhadap pekerjaan mereka. Kepuasan Kerja (Job Satisfaction) adalah sejauh mana seseorang puas terhadap pekerjaannya. kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang dapat menyenangkan seseorang dalam bekerja atau yang dapat memberikan pemenuhan nilai-nilai pekerjaan (Isyandi, 2004:137). Meskipun hanya merupakan salah satu faktor dari banyak faktor pengaruh lainnya, kepuasan kerja mempengaruhi tingkat perputaran karyawan dan absensi. Karyawan yang kurang mendapat kepuasan kerja cenderung lebih sering absen daan meninggalkan perusahaan dan mencari kesempatan di perusahaan lain (Handoko, 2000:197). Dapat disimpulkan dari pendapat ahli diatas bahwa kepuasan kerja merupakan suatu sikap refleksi atau sikap menyenangkan dari para karyawan terhadap pekerjaan berdasarkan harapan dengan imbalan yang diberikan oleh perusahaan dan lingkungan kerjanya.

Apakah Pekerja Yang Bahagia Adalah Pekerja Yang Produktif?

            Pekerja yang bahagia akan cenderung tidak menunjukan perilaku menarik diri dari pekerjaan yaitu absen, turn over ( keluar dari pekerjaan ), burn out, dan perilaku-perilaku membangkang (donovan, 2000;thorosen, et al, 2003). Bahkan, mood positif dalam pekerjaan terkait dengan perilaku menarik diri di dalam pekerjaan dan perilaku melawan organisasi yang lebih rendah serta OCB yang lebih tinggi (thorosen, et al, 2003) dan juga burn out yang lebih rendah (Wright and Cropanzano, 1998) selain itu mereka yang mengalami tipe emosi positif yang lebih kalem pada pekerjaan seperti ketenangan dan kedamaian, akan lebih mungkin untuk tidak berhenti atau berkonflik dengan pekerjaan yang lain (Van Katwyk, et, al, 2000)

Kondisi Kerja Fisik

            Lingkungan kerja fisik mencakup setiap hal dari fasilitas parkir di luar gedung perusahaan, kondisi dan rancangan gedung sampai jumlah cahaya dan suara yang menimpa meja kerja atau ruang kerja seorang tenaga kerja.

           

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja

            Faktor lingkungan kerja sangat penting bagi karyawan dalam mencapai prestasi kerja. Faktor-faktor ini sangat berpengaruh terhadap semangat kerja, beberapa faktor antara lain:

  1. Iluminasi (Penerangan)

Bekerja dalam ruangan yang terang akan berbeda dengan bekerja dalam ruangan yang remang-remang cahayanya. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam iluminasi ialah: kadar (intensity) cahayanya, distribusi cahaya, dan sinar yang menyilaukan.

Untuk pekerjaan tertentu diperlukan kadar cahaya tertentu sebagai penerangan. Pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan kejelian mata, seperti memperbaiki jam tangan, perakitan elektronika, menuntut kadar cahaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan yang tidak begitu memerlukan penglihatan yang tajam.

  1. Warna

Erat kaitannya dengan iluminasi ialah penggunaan warna pada ruangan dan peralatan kerja. Faktor pewarnaan ruang kerja di dalam perusahaan akan mempunyai pengaruh yang tidak kecil terhadap produktivitas kerja pada karyawan. Selain itu pewarnaan juga sangat penting untuk menambah gairah karyawan dalam bekerja serta untuk dapat memperjelas pengamatan para karyawan tersebut pada obyek pekerjaannya.

  1. Bising (Noise)

Bising biasanya dianggap sebagai bunyi atau suara yang tidak diinginkan, yang mengganggu, dan menjengkelkan. Namun batasan seperti ini kurang memuaskan, karena tidak ada dasar yang jelas untuk menyatakan kapan sesuatu bunyi tidak diinginkan

Dalam pelaksanaan pekerjaan, suasana bising ini harus dihindari oleh setiap karyawan karena konsentrasi karyawan dapat terganggu. Dengan terganggunya konsentrasi karyawan maka pekerjaan yang dilakukan akan banyak menimbulkan kesalahan, sehinnga akan dapat merugikan perusahaan.

  1. Musik Dalam Bekerja

Sebagaimana halnya dengan warna, banyak yang berpendapat bahwa musik yang mengiringi kerja dapat meningkatkan produktivitas karyawannya. Hasil penelitian tidak menunjukan hasil yang tegas tentang hal ini. Pada umumnya para tenaga kerja bekerja dengan perasaan senang.

Musik tampaknya memiliki pengaruh yang baik pada pekerjaan-pekerjaan yang sederhana, rutin dan monoton, sedangkan pada pekerjaan yang lebih majemuk dan memerlukan konsentrasi yang tinggi pada pekerjaan, pengaruhnya dapat menjadi sangat negatif. Musik menjadi suara yang bising dan mengganggu.

 

 

  1. Kebersihan

Lingkungan kerja yang bersih akan sangat mempengaruhi hasil pekerjaan dan semangat kerja para karyawannya. Kebersihan merupakan faktor yang sangat dibutuhi oleh setiap perusahaan. Apabila perusahaan memperhatikan kebersihan lingkungan kerja maka akan dapat mempengaruhi kesehatan fisik seseorang dan mempengaruhi kesehatan kejiwaan seseorang. Seseorang akan merasa senang jika lingkungan kerjanya bersih. Dan rasa senang yang dirasakan oleh seseorang ini dapat mempengaruhi seseorang untuk bekerja lebih bersemangat dan bergairah.

  1. Keamanan

Apabila kondisi suatu perusahaan aman maka akan dapat menimbulkan ketenangan. Dan secara tidak langsung akan mendorong, memotivasi, serta akan memberikan semangat kerja karyawann. Dalam hal ini yang dimaksud dengan keamanan adalah keamanan terhadap milik pribadi dari karyawan. Misalnya kendaraan milik karyawan. Pada saat bekerja karyawan yang bersangkutan tidak dapat mengawasi kendaraanya secara langsung. Keamanan juga sebenarnya memiliki pengertian yang lebih luas, misalnya keamanan akan keselamatan kerja yang mengharuskan perusahaan untuk menyediakan alat keselamatan kerja dan melatih penggunaannya, hingga konstruksi gedung tempat karyawan bekerja, serta adanya jaminan keamanan dimasa depan.

Contoh Kasus:

Contoh kasus yang saya ambil tentang lingkungan kerja adalah seorang staf tata usaha di Sekolah Menengah Negeri yang berada di daerah Tangerang Selatan yang saya wawancarai, dan kebetulan bahwa narasumber merupakan kakak saya sendiri yang bernama Fitri Mutiara. Seorang staf tata usaha sangatlah berpengaruh terhadap mental psikologis seseorang, karena pekerjaan ini harus memiliki tanggung jawab yang besar terhadap tugasnya. Tugas dari seorang staf tata usaha sangatlah banyak, diantara lain mengurus Inventaris, mengurus dokumen para siswa, mengurus keluar atau masuknya surat tugas dari dinas,mengurus dana bos, mengurus administrasi guru, kurang lebih seperti itu. Hal ini menyebabkan seorang staf tata usaha harus menanggung semua beban dan tekanan yang besar dalam pekerjaannya.

Dalam pekerjaan ini membutuhkan suasana kerja yang nyaman, jika tidak maka pekerjaan akan terganggu dan menjadi tidak efektif dalam bekerja. Seperti yang beliau katakan kepada saya bahwa, kondisi lingkungan kerja di tempat nya, merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kinerja sebaga staf tata usaha. Sebagai contoh, karena dia bekerja di sekolah menengah, dia berkata bahwa suara bising anak-anak, guru atau karyawan yang lain yang selalu mondar-mandir ke ruangan Tata Usaha pada saat istirahat membuat pekerjaannya menjadi tidak fokus. Kebalikannya hal yang membuat dia fokus dan menjadi lebih efektif dalam bekerja adalah suasana ruangan yang cukup memadai dan mendukung dalam bekerja, karena di ruangan tata usaha sudah dipasangkan AC  yang membuat para staf lebih nyaman dalam bekerja, kebersihan dalam ruangan pun terjamin bersih, dan terkadang para staf memutar musik di ruangan yang membuat para karyawan lebih menikmati suasana bekerjanya, jadi walaupun pekerjaannya banyak, kami selalu membuat bagaimana kondisi kami harus nyaman, walaupun ada hal-hal yang membuat tidak fokus.

Kesimpulan:

Dari contoh kasus diatas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan yang berat ataupun ringan dapat diselesaikan jika suasana kerja itu nyaman dan menyenangkan. Hal itu sangat berpengaruh terhadap kinerja seorang karyawan. Sudah menjadi hal yang wajar dan dapat dimaklumi jika suatu pekerjaan akan terhambat jika ada suasana kerja yang tidak mendukung seperti suara yang bising, hal itu tidak dapat dihindari, karena tidak mungkin suatu pekerjaan akan selalu menyenangkan.

 

 

Daftar Pustaka

Munandar, Sunyoto Ashar. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), 2008 Psikologi Industri dan Organisasi

King, A. Laura. Penerbit Salemba Humanika, 2010 Psikologi Umum (Buku 2)

Wade, Carol, dan Tavris Carol. Penerbit Erlangga, 2008. Psikologi, Jilid satu edisi kesem bilan

Stephen P. Robbins, Timothy A. Judge, Timothy Campbell. Penerbit Pearson Educationn Inc, 2009. Organizational Behavior

Aamodt, G Michael. Penerbit Wadsworth Cengage Learning, 2010. Industry/Organizational Psychology

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s