Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja merupakan faktor utama yang mempengaruhi kinerja karyawan. Lingkungan kerja yang baik menimbulkan rasa aman dan nyaman yang memungkingkan para karyawan untuk bekerja secara optimal, Lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap pegawai dalam menyelesaikan tanggung jawab kepada perusahaan atau organisasi. Jika pegawai menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja, maka pegawai tersebut akan betah di tempat kerjanya untuk melakukan aktivitas dan menyelesaikan tugas-tugasnya. Lingkungan kerja tersebut mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama pegawai dan hubungan kerja antar bawahan dan atasan serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja. Seperti menurut Melayu Hasibuan suasana bathin atau psikologis seorang anggota sebagai individu dalam masyarakat organisasi atau perusahaan yang menjadi lingkungan kerjanya sangat besar pengaruhnya pada pelaksanaan pekerjaan. Dan menurut Carol Travis Lingkungan yang sehat juga meningkatkan fungsi mental.

Menurut Ashar Sunyoto Munandar adalah Lingkungan kerja fisik mencakup setiap hal dari fasilitas diluar gedung perusahaan,lokasi dan rancangan gedung sampai jumlah cahaya dan suara yang menimpa meja kerja atau ruang kerja seseorang tenaga kerja. Dikota-kota besar seperti Jakarta misalnya tempat parkir yang sempit menimbulkan kejengkelan dari para tenaga kerja yang memiliki kendaraan dan para tamu perusahaan, yang dibawa kedalam pekerjaannya sehingga dapat merugikan perusahaan. Lokasi kerja juga mulai menjadi masalah, lamanya diperjalanan membuat seseorang telah lelah sebelum mencapai pekerjaannya dan berdampak tidak baik terhadap disiplin kerja dan produktivitas.

Rancangan kantor juga memberikan pengaruh pada produktivitas juga. Pada tahun 1982 Schultz mengajukan hasil suatu penelitian di Amerika Serikat tentang pengaruh dari kantor yang dirancang seperti pemandangan alam. Kantornya terdiri dari ruangan yang luas sekali (kadangkala lebih luas dari lapangan sepak bola). Semua karyawan dari pegawai rendah sampai menengah dikelompokan ke dalam satuan satuan kerja fungsional, masing-masing dipisahkan dari satuan-satuan lainnya dengan pohon-pohon (pendek) dan tanaman, kasa jendela yang rendah,lemari-lemari pendek,dan rak buku. Kantor ‘pemandangan alam’ ini dikatakan melancarkan  komunikasi dan alur kerja. Di samping itu, keterbukan menunjang timbulnya keikatan dan kerja sama kelompok serta mengurangi rintangan-rintangan psikologis antara manajemen dan karyawan. Keluhan utama tentang kantor-kantor ‘pemandangan alam’ ini berkaitan dengan tidak adanya keleluasan pribadi, adanya banyak kebisingan dan kesulitan untuk berkonsenterasi

Menurut Irra Chrisyanti Dewi salah satu hal yang paling penting adalah mampu mengelola lingkungan di mana karyawan bekerja. Lingkungan yang diciptakan dengan suasana,nada,dan irama kecepatan pada orang yang sedang bekerja disebut tempat kerja. Ketika orang-orang bekerja pada lingkungan masing-masing, mereka sama dengan menghasilkan karya di mana pelanggan dan rekan kerja berinteraksi dan menghasilkan hasil. Dan apabila dapat disimpulkan teori dari Michael G. Aamodt yaitu tentang Karakteristik penyebab stress dalam sebuah organisasi di pengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya : Orang yg berada di dalam organisasi itu, aturan dan kebijakan Organisasi, Pengawasan, Hubungan serta Perubahan Organisasi itu sendiri.

 

Contoh kasus:

Salah satu contoh kasus yang terjadi di Lingkungan Kerja yang berhubungan antar pegawai dan Lingkungan kerja yang berkaitan dengan atasan dan bawahan, yang berhasil saya wawancarai dan saya rangkum sebagai sebuah tulisan pada kesempatan ini. Yaitu Pekerjaan seorang staf di bagian operasional pada salah satu Perusahaan  taksi yang ada di Jakarta. Jenis pekerjaan ini sangatlah menuntut loyalitas yang tinggi dan mental psikologis yang kuat terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban nya. Hal ini dikarenakan mereka harus mampu menghadapi berbagai permasalahan yang timbul baik dari pihak intern perusahaan (Manajemen Perusahaan) dan pihak ekstern Perusahaan  (pengemudi sebagai mitra perusahaan) . Tugas dari seseorang staf bagian operasional Perusahaan taksi adalah berusaha untuk menjaga keseimbangan pendapatan perusahaan yang di dapat dari setoran harian para pengemudi kepada pihak perusahaan. Hal inilah yang menyebabkan banyak terjadinya tekanan pekerjaan yang dialami. Contoh seseorang pengemudi yang pulang dari beroperasi, apabila pendapatan yang mereka dapat tidak sesuai dengan jumlah setoran yang harus dibayarkan kepada perusahaan,maka mereka harus menghadap terlebih dahulu ke bagian staf operasional. Disinilah loyalitas (kepada perusahaan) dan jiwa kemanusiaan (kepada pengemudi) seseorang staf operasional diuji, karena harus bisa mengambil sebuah keputusan yang tepat dalam artian alasan pengemudi harus dapat diterima oleh pihak manajemen perusahaan. Misal, alasan karena penumpang sepi tidak dapat diterima oleh manajemen perusahaan,padahal diluar sana banyak persaingan ketat antara sesama perusahaan taksi, faktor tersebut merupakan sebuah bentuk pengawasan yang terjadi di perusahaan taxi  Hal inilah yang sering menjadi perdebatan dan kadangkala menyebabkan bersitegang antara pihak pengemudi dengan staf operasional. Oleh karena itu Tingkat Stress pada pekerjaan ini amatlah tinggi hal ini berkaitan dengan orang yang saling terhubung dalam suatu pekerjaan yg tidak dapat di pisahkan  Kejadian ini bukan sekali duakali dialami oleh staf operasional taksi. Tidak sebatas kurang setor saja prilaku buruk pengemudi yang harus dihadapi oleh pihak staf operasional. Ada kalanya mereka sewaktu jam operasional (waktu ber operasi mencari penumpang) tidak mereka gunakan sebagai mana mestinya. Kadang ada yang menjadikan waktu tersebut untuk hal hal yang melanggar aturan perusahaan dan norma norma yang berlaku di masyarakat,seperti berjudi dan minum-minuman keras. Hal ini diketahui oleh pihak staf operasional berdasarkan laporan yang masuk, baik dari pihak sesama pengemudi itu sendiri atau masyarakat sekitar. Disinilah mental seseorang staf operasional harus kuat untuk berani mengambil keputusan yang tegas, yaitu menetapkan sanksi yang berat  dengan cara memberhentikan (PHK)  pengemudi yang melanggar aturan itu. Tetapi untuk pengambilan keputusan itu sendiri tidaklah mudah karena dari pihak pengemudi ada yang tidak dapat menerima sanksi yang diberikan, sehingga mereka adakalanya mengancam atau mengintimidasi staf operasional yang mengambil keputusan tersebut. Ini merupakan suatu keadaan di mana lingkungan kerja karyawan tersebut tidak Kondusif dan ini sangat lah berpengaruh kepada psikologis karyawan, belum lagi fasilitas yang di berikan perusahaan sangat minim diantaranya adalah menyatunya Toilet yg di gunakan karyawan dengan pengemudi yg berjumlah ratusan orang sedangkan jumlah Toilet berkisar antara 3 sampai 4 bilik saja di setiap Pool ( tempat memarkir kendaraan operasional ) bisa di bayangkan bagaimana keadaan toilet tersebut.  Hal-hal inilah yang  menyebabkan rasa ketidak nyamanan dalam bekerja yang dialami staff opearsional Perusahaan Taksi di lingkungan kerjanya. Sehingga tidak sedikit dari mereka yg banyak mengundurkan diri untuk mencari pekerjaan yang lebih aman dan nyaman di tempat lain.

 

Kesimpulan :

Dari contoh kasus diatas dapat lah di simpulkan Bahwa : Lingkungan kerja yang nyaman dan suasana kerja yang menyenangkan sangatlah berpengaruh kepada pencapaian hasil, baik itu dari sisi kerja maupun kinerja karyawan pada suatu perusahaan, adalah suatu hal yang wajar dapat di pahami  apabila pencapaian hasil kerja dan kinerja yang optimal sangatlah di dukung oleh lingkungan kerja yang nyaman dan suasana bathin yang tenang Reff Melayu Hasibuan begitupula dengan Fasilitas fisik yang memadai berperan sangat besar dengan produktivitas karyawan untuk mencapai hasil yang memuaskan dari yang di harapkan oleh perusahaan Reff Anshar Sunyoto Serta lingkungan yang sehat  amatlah di butuhkan seorang pekerja agar di dapat mental yang siap untuk menghasilkan output yang maximal sesuai pencapaian yang di inginkan oleh Perusahaan Reff Tavris,Carol. Dan pada akhirnya stress dalam lingkungan kerja juga akan mempengaruhi tingkat kenyamanan seseorang dalam bekerja yang mana tingkat stress yang tinggi membuat karyawan tidak dapat memberikan hasil yg memuaskan dalam pekerjaannya sehingga mereka cenderung akan mencari tempat kerja yang lebih nyaman , hal ini senada dengan Teori yg di tulis oleh  Reff Michael G. Aamod.

Demikian lah tulisan ini kami sajikan sebagai penelitian dari Psikologis seorang pekerja yang di pengaruhi banyak faktor berdasarkan beberapa referensi yang berhasil kami dapat dari sejumlah buku dan kami pun menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami mohon maaf apabila dalam penulisan ini masih terdapat banyak kekurangan kata maupun makna, baik yang tersurat maupun yang tersirat.

 

 

Daftar Pustaka

 

Hasibuan, Malayu SP. Penerbit  Bumi Aksara, 2007.  Manajemen Sumber Daya Manusia,

Edisi revisi, Jakarta.

Wade,    Carol.,  dan Tavris Carol.   Penerbit Erlangga,  2008.  Psikologi, Jilid satu

edisi  kesembilan.

Munandar, Sunyoto Ashar.  Penerbit  Universitas  Indonesia  (UI-Press),  2008.   Psikologi

Industri Dan Organisasi.

Dewi,  Chrisyanti  Irra.  Penerbit  Prestasi  Pustaka Publisher, 2013.  Teori   Kepemimpinan

Managerial (Managership).

Aamodt, G Michael.  Penerbit Wadsworth Cengage Learning, 2010. Industry/Organizational        Psyhology

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s