STRES KERJA PADA KARYAWAN

Masalah stres adalah masalah yang akhir-akhir ini hangat dibicarakan, dan posisinya sangat penting dalam kaitannya dengan produktfitas kerja karyawan. Belum lagi banyaknya faktor yang mempengaruhi kita bisa stres. Seperti faktor dari lingkungan kerjaan yang membuat kita harus bisa menyusaikan diri dengan lingkungan sekitar. Menurut Hartono dan Boy (2012) stres adalah suatu bentuk gangguan emosi yang di sebabkan adany atekanan yang tidak dapat diatasi oleh individu. Stres terjadi jika seseorang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan sebagai mengancam kesehatan fisik atau psikologisnya. Peristiwa-peristiwa tersebut di sebut stresor, dan reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stres. Stres yang berlanjut dapat menimbulkan gangguan emosi yang menyakitkan seperti kecemasan dan depresi.

Sumber-sumber stres harus di sadari dan harus tahu bagaimana bisa mengatasinya. Dalam mengatasinya juga harus di pikirkan secara matang. Stres dalam pekerjaan bisa membuat pekerja menjadi tidak sehat, tidak produktif dalam bekerja dan kurang nyaman di tempat kerja. Stres di tempat kerja dapat menjadi masalah utuk organisasi dan untuk para pekerjanya. Manajemen dan organisasi yang baik dapat memberikan layanan pencegah stres, pengusaha  dan atasan di tempat kerja dapat melindungi para pekerja yang mengalami stres terkait dengan pekerjaan.

Terkadang karyawan sering mengalami stres yang berlebihan dan menimbulkan tingkat depresi.  Hampir di indonesia tingkat depresi karyawan cukup tinggi. Di karenakan dari lingkungan luar atau juga dari lingkungan dalam kerja. Banyak karyawan yang di PHK juga penyebab dari stres dan berlanjut ke depresi tingkat ringan. Menurut (Lubis, 2009) Depresi merupakan gangguan mental yang sering terjadi ditengah masyarakat. Berawal dari stres yang tidak diatasi, maka seseorang bisa jatuh ke fase depresi. (Rathus dalam Lubis, 2009)  menyatakan orang yang mengalami depresi umumnya mengalami gangguan yang meliputi keadaan emosi, motivasi, fungsional, dan gerakan tingkah laku serta kognisi. Menurut (Atkinson dalam Lubis, 2009) depresi sebagai suatu gangguan yang mood yang dicirikan tak ada harapan dan patah hati, ketidakberdayaan yang berlebihan, tak mampu mengambil keputusan memulai suatu kegiatan, tak mampu berkonsentrasi, tak punya semangat hidup, selalu tegang, dan mencoba bunuh diri.

Aamodth (2010) mengatakan bahwa banyak kejadian dan faktor bisa dianggap stres, dan, seperti yang dinyatakan sebelumnya, apa yang menimbulkan stres bagi satu orang mungkin tidak untuk yang lain. Sekali lagi, apa yang menentukan apakah sesuatu akan menjadi stressor tergantung banyak pada pentingnya dan jumlah pengendalian dirasakan. Stres dapat dikelompokkan dalam dua kategori besar: pribadi dan pekerjaan.

Personal Stressor sumber pribadi dari  stres dengan masalah di luar pekerjaan seperti keluarga dan hubungan intim, perkawinan, perceraian, masalah kesehatan, masalah keuangan, dan membesarkan anak-anak. orang yang sulit dan marah juga merupakan sumber stres karena konflik mereka menyebabkan dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan kita. Selain itu, harus berurusan dengan perubahan hidup dapat sangat stres. Bahkan, banyak stres dapat dianggap sebagai reaksi kita untuk berubah, apakah perubahan itu pindah ke rumah baru, mengakhiri atau memulai sebuah hubungan baru, atau mengubah diri kita sendiri.

Kalau ditanya “apa itu penyebab stres”. Hampir semuanya tidak bisa di jelaskan. Karena terlalu banyak penyebab dari stres tersebut. Menurut Khairani (2016) umunya penyebab stres adalah suatu keinginan yang tidak terpenuhi atau suatu keinginan khawatir apabila tidak terpenuhi. Suatu perasaan / emosional yang memicu metabolisme tubuh untuk bekerja yang secara alamiah normal, tetapi bila metabolisme ini sering terjadi dapat menyebabkan over load / kerja yang berlebihan yang selanjutnya dapat mempengaruhi metabolisme yang lain menjadi tidak normal lagi. Dan inilah yang sangat dirasakan oleh penderita / individu yang tercetus menjadi gejala fisik yang tidak diketajui / secara sadar apa penyebabnya. Lihat juga mekanisme terjadinya stres.

Ada beberapa penyebab stres yang kadang-kadang tidak diketahui oleh yang bersangkutan antara lain:

  1. Beban fisik yang relatif lama
  2. Ketidak puasan terhadap pencapaian hasil upaya/merasa superior.
  3. Kekhawatiran terhadap sesuatu / kurang percaya diri
  4. Kegagalan dlaam usaha.

Dari semua itu bisa kita lihat. Karyawan yang stres mempunya beban yang berat. Beban itu bisa berasal dari tempat kerjanya yang lingkungannya tidak ada komukasi sama sekali atau juga bisa di sebabkan tempat kerja yang tidak ergonomis sehingga membuat beban para karyawan.

Dalam bekerja kamunikasi sangat penting. Agar selain mempunyai teman bicara dikantor tetapi bisa mempunya teman yang bisa mendengarkan semua keluh kesah. Muhammad (2009) menyebutkan bahwa dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan lancar dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi organisasi dapat macet atau berantakan. Tanpa komunikasi yang efektif di antara berbagai pihak, pola hubungan yang kita sebut organisasi tidak akan melayani kebutuhan seseorang dengan baik.

Tempat kerja yang tidak ergonomis juga penyebab dari stres para karyawan. Ruangan yang sempit bisa mempengaruhi kenerja para karyawan. Ruangan yang ergonimis yaitu ruangan yang bisa membuat karyawan bergerak secara bisa tanpa perlu terbebani. Selain itu, ada banyak faktor yang mempengaruhi stres dalam bekerja dan bisanya karyawan banyak yang mengalaminya. Menurut Anatan & Ellitan (2009) adapun faktor-faktor penyebab stres pada karyawan meliputi :

  1. Stresor dari luar organisasi (extra organizational stresor ) yang meliputi perubahan sosial dan tekhnologi yang mengakibatkan perubahan life style individu, perubahan ekonomi dan finansial yang mempengaruhi pola kerja individu, mencari the second job.
  2. Stresor dari dalam organisasi (organizational stresor) yang meliputi kondisi kebijakan, strategi administrasi, strukutur dan desain organisasi, proses organisasi dan kondisi lingkungan kerja.
  3. Stresor dari kelompok dalam organisasi (group stresor) yang muncul akibat kurangnya kesatuan dalam pelaksanaan tugas kerja terutama terjadi pada level bawah, kurangnya dukungan dari atasan dalam melaksanakan tugas yang dibebankan, munculnya konflik antar personal, interpersonal, dan antar personal.
  4. Stresor dari dalam diri individu (individu stresor) yang muncul akibat role ambiguity dan konflik. Seperti beban kerja yang terlalu berat dan kurangnya pengawasan pihak perusahaan.

Setelah semua tentang faktor-faktor terjadinya stres pada karyawan sudah diketahui. Ada cara bagaimana mengatasi stres saat di lingkungan kerja / organisasi:

  1. Jalin keakraban dengan karyawan lain

Mulailah berkumunikasi dengan karyawan yang lain selain untuk pekerjaan juga untuk menyambung tali silaturahmi.

  1. Olahraga secara rutin

Dengan berolahraga walau ringan akan tetapi dilakukan secara rutin akan meningkatkan daya tahan tubuh dalam mengatasi berbagai macam hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami stress maupun depresi. Hal ini didukung dengan adanya penelitian tyang telah menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kesehatan seseorang baik secara mental dan fisik.

  1. Cukup Istirahat Tidur

Tidur adalah waktu ketika seseorang mengisi ulang otak dan tubuh. Karenanya, kualitas dan jumlah tidur yang didapatkan akan mempengaruhi suasana hati, tingkat energi, konsentrasi dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Untuk itu penting juga kita memperhatikan akan kualitas kuantitas tidur yang baik untuk kesehatan. Karena dengan istirahat yang cukup akan sangat mendukung kita bekerja dengan baik dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita sehari-hari.

  1. Berwisata setiap liburan

Setiap perusahaan pasti memiliki jadwal libur mingguan bagi karyawannya. Manfaatkanlah setiap masa liburan untuk berwisata bersama keluarga untuk menghilangkan rasa suntuk di kantor. Percayalah setiap selesai liburan maka pikiran akan kembali segar dan siap untuk bekerja esok harinya

  1. Makan makanan sehat

Tututan kerja memerlukan kondisi tubuh yang prima. Di samping olahraga makanan yang di konsumsi juga memiliki andil dalam menjaga kesehatan tubuh. Makanan sehat sangat diperlukan untuk menutrisi otak agar dapat digunakan berpikir keras dan menjaga konsentrasi.

Daftar Pustaka

Aamondt, M.G. 2010. Industrial/organizational psychology: An applied approach, 6th edition. United State of America: Wadsworth.

Anatan, Lina dan Ellitan, Lena. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Bisnis Modern. Bandung: Alfabeta.

Hartono dan Boy. 2012. Psikologi konseling: Edisi revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Lubis, N.L. 2009. Depresi tinjauan psikologis. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Muhammad, Arni. 2009, Komunikasi Organisasi: Edisi 11. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s